Pahami Ciri-Ciri Pinjaman Online Yang Aman Berikut Ini

Friday, 11 June 21 Venue

Penyedia pinjaman online di Indonesia semakin menjamur seiring tumbuhnya teknologi internet. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkannya menjadi daya tarik utama. Apalagi, pemohon dapat mengajukan pinjaman sepenuhnya secara online tanpa harus bertatap muka.

“Pinjaman online hanya modal KTP, foto pakai aplikasi terus cair uangnya. Sangat efisien karena berhubungan dengan waktu dan biaya,” ujar Nur Putri Hidayah, A.Md., S.H., M.H., Dosen Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, 8 Juni 2021.

Nur menjelaskan tentang memahami pinjaman online yang aman dan legal. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah memilih perusahaan fintech yang aman. Periksa di website OJK (Otoritas Jasa Keuangan) apakah perusahaan tersebut terdaftar atau tidak.

BACA JUGA:   Agar Konten Bisnis Menjadi Favorit

Selanjutnya pahami juga ketentuan peminjaman, seperti bunga, jangka waktu, pencairan, klausal, dan akibat wanprestasi. Bandingkan satu fintech dengan yang lain, jangan buru-buru mengambil keputusan. Selanjutnya, peminjam juga harus mencatat dan mendokumentasikan jatuh tempo serta bukti pembayaran, serta disiplin dalam pembayaran.

“Pahami kemampuan diri membayar utang. Pastikan bahwa saat mengajukan pinjaman, cicilan pertama itu sudah pegang dananya. Jangan pinjam karena butuh namun dihabiskan dan tidak tahu bayar pakai apa, lalu pinjam yang lain,” jelas Nur.

Apa yang akan terjadi jika kita memilih fintech yang salah? Hal biasa yang terjadi adalah jatuh tempo pendek, bunga mencekik, dan penagihan tidak manusiawi. Maka, berhati-hatilah.

BACA JUGA:   Bijak Berinteraksi, Kunci Terhindar dari Hukum Dunia Digital

Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini juga mengundang narasumber Deddy Kusbianto Prajoko Aji (Associate Professor Politeknik Negeri Malang), Febriansyah Ramadhan, S.H., M.H., (Advokat/lawyer Susianto & Partner Malang), Rulli Suprayoga (Writer & Announcer RRI Pro 2 Malang), dan Aprillia Frinanda Setiawan (Beauty Content Creator).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Bebas Berekspresi Di Medsos Tanpa Berdampak Negatif

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).