BerandaLiterasi DigitalMeningkatkan Kecakapan Digital untuk Mengurangi Hoax

Meningkatkan Kecakapan Digital untuk Mengurangi Hoax

Published on

spot_img

Perkembangan teknologi informasi dan pandemi COVID-19 memaksa dunia dan Indonesia mengadaptasi gaya hidup baru yang mengandalkan dukungan teknologi internet. Perubahan ini menghasilkan lonjakan jumlah pengguna sekaligus meningkatkan risiko keamanan digital. Karenanya, dibutuhkan literasi digital oleh masyarakat agar tidak terjerumus kepada konten-konten negatif, seperti kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital, penyebaran hoaks, dan sebagainya.

Aryo Hendarto, Former COO Trans Media Sosial & Tim Kampanye Digital Jokowi Ma’aruf BPP HIPMI, mengatakan, hidup di era digital memudahkan masyarakat untuk mendapatkan, berbagi, hingga mengolah berbagai informasi, baik yang positif maupun yang negatif.

BACA JUGA:  Ini Syarat Agar Radio Tidak Tergerus Media Online

“Untuk itu, kita mendorong netizen Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital,” kata Aryo dalam webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Timur yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi pada 29 Mei 2021.

“Internet itu ibarat pisau bermata dua, yang harus ditingkatkan adalah kemampuan kita untuk menggunakan internet secara baik. Sehingga manfaatnya lebih banyak,” papar Aryo.

BACA JUGA:  Meski Digital, Nilai Budaya Tetap Diperlukan

Deddy Kusbianto Purwoko Aji, Lektor Kepala Poltekkes Kemenkes Malang, menambahkan, untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang paham akan literasi digital, Kementerian Komunikasi Dan Informatika merumuskan empat area kompetensi literasi digital, yaitu digital skills, digital safety, digital ethics, dan digital culture.

Sukma Ningrum, Key Opinion Leader (KOL) dan juga mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Airlangga, menjelaskan, hal utama dalam mengolah konten sosial media adalah memberikan informasi. Misalnya, saat berjalan-jalan ke tempat wisata, secara tidak langsung konten itu mempromosikan tempat tersebut dan pasti banyak orang yang akan bertanya mengenai tempat itu.

BACA JUGA:  Memaksimalkan Internet Untuk Menjadi Pengusaha Digital

“Keuntungan yang didapat dengan berkonten yang baik adalah bisa menjadi konten kreator di beberapa perusahaan, dan juga bisa mendapatkan endorse dari berbagai produk yang bisa meningkatkan income untuk kita. Sedangkan dari sisi kreativitas, sebagai konten kreator sangat dituntut terus berinovasi dan kreatif sehingga para viewer tidak bosan melihat,” ujar Sukma.

Transnusa Resmikan Penerbangan Langsung Bali ke Phuket

Jakarta, Venuemagz.com - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Denpasar–Phuket...

ITB India 2026 Berakhir di Mumbai, Memperkuat Koneksi Global dengan Pasar Wisata India

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 resmi berakhir di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Hadir Perdana di Pulau Jawa, Angsana Bogor Gunung Geulis Tawarkan Pengalaman Menginap Bagi Keluarga

Bogor, Venuemagz.com - Angsana bagian dari Banyak Group meluncukan hotel terbarunya yang berlokasi di...

Four Points by Sheraton Bekasi Gelar Pameran Pernikahan dengan Hadiah Cincin Rp25 Juta 

Bekasi, Venuemagz.com - Four Points by Sheraton Bekasi akan menggelar pameran pernikahan bertajuk NIAT...

HUB.ID Dorong Pertumbuhan Startup Digital

Indonesia saat ini terus mendorong akselerasi transformasi digital nasional yang ditandai dengan berbagai upaya...

Bahayanya Menggunakan VPN Gratisan

Untuk menyaring konten-konten negatif di internet, pemerintah menerapkan pembatasan fitur media sosial pada 2019...

Dampak Positif Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Dunia digital mendorong warga untuk memerlukan keterampilan teknis untuk mengakses medium-medium penunjang komunikasi dan...