Ini Capaian Kementerian Pariwisata Sepanjang Tahun 2025

Friday, 19 December 25 Bonita Ningsih
Garuda Wisnu Kencana
Bali masih menjadi destinasi utama yang diminati wisatawan mancanegara. Foto: Venuemagz/Erwin

Jakarta, Venuemagz.com – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mengumumkan pencapaiannya sepanjang tahun 2025 melalui Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT). Hasilnya, pariwisata Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhannya dan menyumbangkan jumlah yang besar pada PDB Nasional selama tahun 2025.

“Tahun 2025 menjadi tahun yang penting dalam perkembangan pariwisata tanah air. Di tengah berbagai tantangan global, pariwisata berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dan berperan kuat dalam mendorong pemberdayaan masyarakat menuju Indonesia sejahtera dalam pilar pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Pencapaian tersebut dapat dilihat dari berbagai indikator kinerja utama Kementerian Pariwisata. Pertama adalah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Januari-Oktober 2025 telah mencapai 12,76 juta kunjungan atau meningkat 10,32 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Kemenpar memproyeksikan kunjungan wisman bisa mencapai 15,31 juta hingga Desember 2025.

Wisman di Candi Prambanan_IMG_8722

Berbanding terbalik dengan jumlah masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri (wisatawan nasional) hanya 7,55 juta. Hal ini tentu memberikan angin segar bagi Indonesia karena statistik wisatawan mancanegara memberikan surplus sebesar 5,21 persen sehingga mendorong net devisa positif. 

BACA JUGA:   Tujuh Rekomendasi Wisata Religi untuk Rayakan Paskah

Devisa pariwisata hingga triwulan III tahun 2025 telah mencapai US$13,82 miliar atau tumbuh 9,42 persen. Capaian devisa diprediksi akan terus tumbuh hingga mencapai US$18,50 miliar pada akhir 2025 sehingga memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu penyumbang devisa cukup besar bagi negara.

“Hal ini mengindikasikan Indonesia tetap menjadi destinasi wisata yang menarik dan kompetitif dengan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan sebesar US$1.259,” ungkap Widiyanti.

Selain itu, pariwisata nasional juga mendapatkan 153 penghargaan internasional atau melonjak dua kali lipat jika dibanding tahun 2024. Indonesia mendapatkan prestasi Michelin Keys untuk 33 hotel dan resor, hingga pengakuan dunia untuk kuliner dan desa wisata. Hal ini menunjukkan reputasi Indonesia di panggung global telah mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Kemenpar juga secara aktif melaksanakan kampanye kreatif seperti pemasangan livery bus dengan iklan bertemakan Wonderful Indonesia di beberapa kota dunia. Kampanye tersebut sudah melintasi lokasi-lokasi strategis di Berlin Jerman dan Roma Italia.

BACA JUGA:   Asia Tenggara sebagai Destinasi Wisata Tunggal

Seluruh capaian tersebut tidak lepas dari deretan program pemasaran yang dijalankan Kemenpar bersama berbagai pihak. Ini semua dilakukan melalui strategi kolaborasi untuk menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di pasar dunia.

Program pemasaran yang telah dilakukan adalah dengan mengikuti 12 pameran pariwisata dunia seperti Travex ATF, SATTE 2025, ITB Berlin 2025, ATM Dubai 2025, hingga WTM London 2025. Terdapat juga program turunan yang dilakukannya seperti 16 business matching, 17 familiarization trip, serta 22 kerja sama terpadu. 

“Dari keseluruhan kegiatan pemasaran, pariwisata Indonesia mencatatkan potensi devisa sebesar Rp29,6 triliun,” dia menambahkan.

Perkuat Promosi Dalam Negeri

taman nasional komodo labuan bajo

Tak hanya wisman, pariwisata Indonesia juga ditopang oleh wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan perjalanan domestik. Pada Januari hingga Oktober 2025, sudah ada 997,91 juta perjalanan wisnus dan meningkat 18,89 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan pergerakan ini ditopang dengan program pemasaran dan promosi Bangga Berwisata di Indonesia. Kemenpar bersama para mitra berhasil menjalankan 17 pameran wisata, 9 business matching, 9 familiarization trip, serta 5 kerja sama terpadu. 

BACA JUGA:   Strategi Pemerintah Untuk Tingkatkan Pariwisata Saat Libur Lebaran

Geliat wisnus juga ditopang dengan penyelenggaraan serangkaian event di berbagai daerah Indonesia. Terdapat 198 event besar seperti Karisma Event Nusantara, event nasional, hingga internasional dan MICE. Event-event tersebut menghadirkan 12,20 juta pengunjung, menggerakkan 20.877 UMKM, dan memicu perputaran ekonomi yang mencapai Rp 23,76 triliun. 

“Di tengah berbagai tantangan global, pariwisata berperan strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Di mana tahun ini ekosistem pariwisata menyerap jutaan tenaga kerja dan membuka peluang bagi generasi baru, dengan total 25,91 juta pekerja pariwisata,” ucap Menpar Widiyanti.