BerandaLiterasi DigitalTingkatkan Literasi Digital Untuk Mengetahui Investasi Bodong

Tingkatkan Literasi Digital Untuk Mengetahui Investasi Bodong

Published on

spot_img

Maraknya penipuan investasi melalui platform investasi online meresahkan masyarakat. Untuk itu, diperlukan kecakapan literasi digital untuk menangkal hal-hal yang tidak diinginkan.

Abdul Hamid Hasan, CEO PT Digital Solusi Entrepreneur, mengungkapkan, masyarakat diharapkan bisa mengenali platform investasi online sekaligus mengenali ciri-ciri penipuan investasi online dan jenis-jenis investasi online yang bisa dipilih.

“Pertama, kenali ciri-ciri platform investasi bodong, di antaranya tak punya izin, tidak memiliki aset dasar, risiko tidak transparan, dan isu negatif, didesak untuk bergabung, dan menawarkan keuntungan tidak wajar,” kata Hamid.

Hamid menambahkan, mengenali jenis investasi legal dan ilegal, masyarakat perlu mengetahui cara aman untuk berinvestasi online agar secepat mungkin keuangan kita berkembang cepat sedemikian rupa, tetapi juga aman atau berisiko rendah dengan penghasilan paling tinggi.

BACA JUGA:  Memaksimalkan Media Sosial

“Investasi online terbagi dua lewat platform melalui aplikasi atau smartphone di mana keuntungannya adalah mobilitas tinggi dan mudah diakses dan dimonitor dilihat perkembangan tiap menit atau tiap detik pergerakannya. Tapi perlu diperhatikan rating dan komentar penggunanya jika men-download karena kadang suka hang dan tidak bisa diakses,” jelasnya.

Cara kedua adalah dari website di layar komputer. Pengguna investasi online rutin meng-update software HP atau laptop untuk menjaga kualitas keamanan yang diberikan. Kemudian, update aplikasi juga antivirus untuk menghindari aplikasi tak perlu dan gunakan otentikasi ganda dan bisa dipakai token. Jangan andalkan PIN atau email saja, minta kode otentikasi ganda misalnya SMS di ponsel.

BACA JUGA:  Langkah Tegas Mencegah Konten Porno Di Internet

“Gunakan ponsel pribadi saat log in aplikasi investasi kita agar tak dipakai orang ketika kita lupa log out, dan gunakan jaringan pribadi. Hindari jaringan umum karena terkadang jaringan tersebut meminta akses kita dan mengambil data kita,” katanya.

Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Sejumlah Cara Melindungi Anak Dari Paparan Pornografi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...

IIMS Garage Balikpapan 2026 Tutup Gelaran dengan Capaian Positif dan Lonjakan Pengunjung 

Balikpapan, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali sukses menggelar Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage...

Event Besar Jadi Motor Baru Pariwisata Australia Barat Menuju 2027

Jakarta, Venuemagz.com — Australia Barat semakin serius menjadikan kalender acara sebagai pintu masuk bagi...

Singapore Airlines Hadirkan KrisWorld Terbaru dengan Layar 4K dan Internet Starlink

Singapore Airlines (SIA) meningkatkan pengalaman hiburan dalam penerbangan melalui KrisWorld generasi terbaru dan konektivitas...

HUB.ID Dorong Pertumbuhan Startup Digital

Indonesia saat ini terus mendorong akselerasi transformasi digital nasional yang ditandai dengan berbagai upaya...

Bahayanya Menggunakan VPN Gratisan

Untuk menyaring konten-konten negatif di internet, pemerintah menerapkan pembatasan fitur media sosial pada 2019...

Dampak Positif Digital Terhadap Dunia Pendidikan

Dunia digital mendorong warga untuk memerlukan keterampilan teknis untuk mengakses medium-medium penunjang komunikasi dan...