BerandaNewsHarga Tiket Pesawat Naik, Ini Langkah Strategis Kemenparekraf

Harga Tiket Pesawat Naik, Ini Langkah Strategis Kemenparekraf

Published on

spot_img
spot_img

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menanggapi harga tiket pesawat yang ditawarkan di atas harga normal oleh perusahaan maskapai penerbangan. Dalam pantauannya, harga tiket pesawat untuk perjalanan domestik bisa naik dua hingga tiga kali lipat dari harga di kondisi normal.

Sandiaga berpendapat, tingginya harga tiket pesawat disebabkan oleh terbatasnya jumlah penerbangan yang ditawarkan oleh perusahaan maskapai. Oleh sebabnya, Sandiaga, mengimbau agar perusahaan maskapai penerbangan dapat menambah jumlah penerbangan untuk perjalanan domestik maupun internasional.

“Berdasarkan jumlah penerbangan yang sangat terbatas, maka, seat capacity atau jumlah tempat duduknya juga sangat terbatas. Itu yang menyebabkan harga tiket melonjak,” ungkap Sandiaga dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf pada 23 Mei 2022.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Minta Pesta Kesenian Bali Digelar Saat Pertemuan IMF-World Bank

Bahkan, menurut Sandiaga, jumlah tempat duduk yang ditawarkan lebih sedikit dari jumlah traveler yang ingin melakukan perjalanan. Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor melonjaknya harga tiket pesawat di kondisi yang sudah semakin baik ini.

“Maka dari itu, kami sedang menjajaki peluang dibukanya jalur-jalur baru dan rute-rute baru dan penambahan penumpang,” ucapnya lagi.

Melihat kondisi tersebut, Kemenparekraf, melakukan koordinasi dengan beberapa maskapai penerbangan untuk mencari solusi terbaik. Sejumlah cara telah diusulkan oleh Kemenparekraf, beberapa di antaranya adalah meningkatkan frekuensi penerbangan agar harga tiket berangsur turun.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Gelar Kick-Off Tourism Working Group G-20 2022

“Saat ini, kami sedang bekerja dengan penuh dedikasi agar dapat berbicara dengan perusahaan maskapai penerbangan terkait harga tiket ini. Kami harap harga tiket akan jauh lebih terjangkau dan  akan ada promo-promo menarik nantinya,” kata Sandiaga.

Salah satu maskapai penerbangan yang telah diajak berdiskusi dengan Kemenparekraf adalah Garuda Indonesia. Hasilnya, Garuda Indonesia meminta waktu hingga Juni 2022 untuk menambah jumlah pesawatnya karena saat ini masih harus menuntuskan proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

BACA JUGA:  Qatar Airways Tawarkan Diskon Menarik Untuk Penerbangan dari Indonesia

“Dengan adanya proses PKPU, jadinya, akan makan waktu untuk menambah jumlah pesawatnya sampai dengan 60 armada. Maskapai lain juga masih dalam proses revitalisasi,” dia menambahkan.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Nia Niscaya, menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi  dengan Kementerian Perhubungan. Dengan adanya kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga, diharapkan dapat mendorong industri penerbangan agar lebih baik dan semakin banyak peminatnya.

“Kami dorong mereka agar paling tidak harga yang ditawarkan dapat seperti sebelum pandemi. Meskipun, kami tahu bahwa seluruh maskapai belum kembali sebelum pandemi,” ujar Nia.

spot_img
spot_img

Run For Animals Sukses Digelar, Ajak 2.244 Peserta untuk Konservasi Satwa

Jakarta, Venuemagz.com - Jagat Satwa Nusantara (JSN) sukses menggelar Run For Animals untuk pertama...

Pengalaman Unik Walking Tour di dalam Hotel

Jakarta, Venuemagz.com -- House of Tugu Jakarta tidak hanya menawarkan pengalaman menginap dan pertemuan...

Program Hadiah Kemerdekaan di ARTOTEL Sanur Bali

Bali, Venuemagz.com — Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ARTOTEL Sanur Bali menghadirkan...

Jelajahi Kuliner Indonesia Kontemporer di Sanjiva, The Orient Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - The Orient Jakarta, A Royal Hideaway Hotel, resmi membuka Sanjiva, sebuah...

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Bobobox Gunakan Prinsip Modularitas dan Prefabrikasi

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah fokus mendorong pariwisata yang mempertimbangkan...