Bali Spirit Festival Dukung Wellness Tourism dan Indonesia Spice Up The World

Monday, 17 April 23 Bonita Ningsih

Bali Spirit Festival akan kembali digelar pada tanggal 4-7 Mei 2023 di Padi Hotel & The Yoga Barn Ubud. Menjadi salah satu festival yoga terbesar di Asia, Bali Spirit Festival tahun ini akan hadir ke-14 kali dengan tema “Gratitude”. 

“Ini menjadi tahun kedua kami setelah sempat vakum saat pandemi COVID-19. Tahun lalu kami ambil tema healing dan tahun ini gratitude sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kami terhadap kondisi saat ini,” ujar Co-Founder Bali Spirit Festival, I Made Gunarta, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Made mengatakan, sejak awal didirikan, Bali Spirit Festival telah memiliki tiga koor utama yaitu yoga, musik, dan tari. Ketiganya dikemas ke dalam sebuah showcase holistic tourism yang menonjolkan kesehatan hingga keberlanjutan lingkungan. Beberapa di antaranya adalah menghadirkan makanan sehat bebas msg, zero waste, menanam pohon bambu, serta menyalurkan pendidikan berkaitan humanity. 

“Dalam festival ini, kami selalu berusaha memanfaatkan tenaga lokal dan saat ini kami sudah menggunakan 30 tenaga lokal untuk bekerja di sini. Jadi, tidak hanya sekadar menggelar festival, tetapi, kami juga membuka lapangan kerja baru melalui event ini,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:   HOMEDEC 2018 Kembali Hadir Lebih Megah

Dimaz Yogi Fawzi, Media dan Partnership Manager Bali Spirit Festival, menambahkan bahwa acara ini akan didukung oleh sejumlah UMKM untuk membuka bazar selama empat hari penyelenggaraan. Para UMKM yang terlibat diharapkan dapat menawarkan berbagai produk dan jasa berkaitan dengan pariwisata berbasis kesehatan.

“Tahun lalu kami bekerja sama dengan 35 UMKM yang menawarkan berbagai makanan sehat, retail, peralatan yoga, aromaterapi, hingga herbal. Ada juga healing corner di mana kami mengundang para praktisi di bidang pengobatan tradisional untuk hadir di dalamnya,” kata Dimaz.

Dalam pelaksanaannya, Bali Spirit Festival, memiliki irisan dengan sejumlah program strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu Indonesia Spice Up The World (SUTW) dan wellness tourism. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf, Dessy Ruhati, saat memberikan dukungannya terhadap Bali Spirit Festival melalui “The Weekly Brief With Sandi Uno”.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Siapkan 110 Event dalam KEN 2023

“Kenapa demikian karena acara Bali Spirit Festival ini ada sesi pelaku UMKM yang menyiapkan aroma terapi untuk kegiatan yoga. Mereka juga banyak yang menggunakan produk herbal dalam negeri sehingga itu perlu diperkenalkan untuk seluruh pengunjung yang hadir,” ungkap Dessy. 

Apalagi, menurut Made, Bali Spirit Festival ini lebih mengutamakan peserta dari luar negeri dengan kapasitas 70 persen dari jumlah keseluruhan. Oleh sebabnya, acara ini menjadi sasaran yang tepat untuk memperkenalkan berbagai produk herbal dan kesehatan khas Indonesia bagi wisatawan mancanegara.

“Memang dari awal kami tidak mengambil domestik market karena memang yoga lebih familiar oleh masyarakat asing. Dengan 70 persen peserta yang datang dari luar negeri, kami berharap Bali segera recovery dalam segi pariwisata maupun ekonomi,” ucap Made lagi.

Dinilai tepat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, Kemenparekraf, berkomitmen mendukung pelaksanaan Bali Spirit Festival 2023 dengan berbagai cara. Dessy menjelaskan langkah yang saat ini diambil adalah dalam segi promosi dan publikasi agar Bali Spirit Festival 2023 semakin dikenal banyak orang baik dari dalam maupun luar negeri.

BACA JUGA:   Hadir di Venue Baru, Art Jakarta 2023 Berhasil Datangkan 35.578 Pengunjung

“Kami juga mendukung fasilitas perizinan karena event ini sudah berskala internasional. Selain itu, kami juga mendukung sarana dan prasarana dalam event ini,” Dessy menambahkan.

Lebih dari itu, Kemenparekraf juga ingin menjadikan Bali Spirit Festival sebagai salah satu side events Road to ASEAN Summit yang akan digelar pada Mei 2023 di Labuan Bajo. Dengan dukungan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap agar Bali Spirit Festival 2023 mampu menarik banyak wisatawan dan membangkitkan desa-desa wisata yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Kebetulan acara ini digelar di Ubud yang memang sudah worldwide known. Tetapi, banyak desa wisata lain di sekitarnya yang bisa kita bangkitkan untuk menopang perekonomian masyarakat nasional, khususnya Bali,” ujar Sandiaga.