BerandaNewsKabupaten Kotawaringin Barat Siapkan Desa Wisata dan 32 Event

Kabupaten Kotawaringin Barat Siapkan Desa Wisata dan 32 Event

Published on

spot_img
spot_img

Pamor Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, sudah mendunia. Bahkan, umumnya wisatawan lebih mengenal nama taman nasional tersebut dibandingkan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Taman nasional yang dikenal sebagai salah satu pusat konservasi orangutan Kalimantan tersebut menjadi magnet kuat pariwisata di kabupaten tersebut. Pada 2017, Taman Nasional Tanjung Putting dikunjungi 24.693 wisatawan, terdiri dari 14.933 wisatawan mancanegara dan 9.760 wisatawan nusantara.

Namun, lebih dari itu, kabupaten ini masih memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Di bawah kepemimpinan Nurhidayah, Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan.

Wanita bupati pertama di Provinsi Kalimantan Tengah ini mengungkapkan, kekuatan pariwisata Kotawaringin Barat ada pada wisata alam dan budaya. “Ada 28 obyek wisata alam di wilayah Kotawaringin Barat, salah satu yang menjadi magnet memang Taman Nasional Tanjung Puting. Namun, obyek wisata alam lainnya juga tidak kalah menarik,” ujar Nurhidayah.

BACA JUGA:  Bandung dan Yogyakarta Menjadi Daerah Favorit Untuk Berlibur

Menangkap peluang tingginya minat wisatawan ke Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu upaya membangun sektor pariwisata di Kotawaringin Barat, Nurhidayah memilih dengan mengembangkan desa wisata. “Jadi mereka (wisatawan) tidak hanya datang ke Taman Nasional Tanjung Puting, ada pilihan lain berwisata yang menarik juga,” ujar Nurhidayah.

Saat ini ada beberapa desa wisata yang siap menerima wisatawan yang bertandang ke Kotawaringin Barat, di antaranya Desa Wisata Kumpai Batu Atas, Pasir Panjang, dan Kampung Sega (Kampung Pelangi).

BACA JUGA:  Kemenparekraf Gelar Bimtek dan Workshop Online Bagi Peserta ADWI 2021

“Desa Wisata Kumpai Batu Atas didesain sebagai desa dengan aktivitas wisata agro. Desa di Kecamatan Arut Selatan tersebut ada kebun kopi dari jenis Liberica, ada juga kebun buah Jeruk, dan klengkeng,” kata Nurhidayah.

Nurhidayah mengungkapkan, Desa Wisata Pasir Panjang merupakan desa wisata dengan adat budaya masyarakat Dayak. Di sana terdapat Rumah Betang, kuburan tradisional Dayak Kaharingan, hutan desa, tempat pemandian, kebun buah, dan unit pengolahan sampah translik.

“Desa Ini juga menjadi lokasi Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ), tempat perawatan orangutan sebelum kembali dilepasliarkan ke hutan,” jelas Nurhidayah.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Ajukan Rp117 Miliar Tambahan Pagu Indikatif 2024

Sementara itu, Kampung Sega yang berada di bantaran Sungai Arut didesain sebagai kawasan dengan lingkungan rumah penduduk yang dicat berwarna-warni.

Selain mengembangkan desa wisata, bupati berjilbab ini juga akan menggelar berbagai event selama 2018. “Kami memiliki 32 event yang dipersiapkan selama satu tahun ke depan di 2018,” ujarnya.

Salah satu event yang menurutnya cukup menarik adalah Festival Orangutan. Selain itu, ada juga festival yang berkaitan dengan kuliner dan kebudayaan di Kobar. “Saya melihat, festival bisa menjadi daya tarik mengundang wisatawan datang. Contoh paling nyata adalah Banyuwangi dan Jember. Kita akan buat event dengan kekhasan daerah kami,” ungkap Nurhidayah.

Penulis: Erwin Gumilar

spot_img
spot_img
spot_img

Peran Strategis SEABEF 2026 Terhadap Industri MICE Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 resmi diselenggarakan pada 29...

ICEF–IPFE 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pengadaan Modern Menuju Indonesia Emas

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) kembali digelar untuk keempat kalinya...

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...