BerandaNewsGerak Cepat Atasi Isu Krisis Sektor Pariwisata

Gerak Cepat Atasi Isu Krisis Sektor Pariwisata

Published on

spot_img

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang rentan dengan isu bencana, baik alam, maupun non-alam. Karenanya, perlu kesiapsiagaan untuk mencermati kondisi guna mengurangi terjadinya krisis. Penanganan yang tidak tepat dan cenderung lambat akan berdampak negatif terhadap sektor ini.

Menurut I Gusti Ayu Dewi Hendriani, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menanggapi kondisi tersebut diperlukan strategi penanggulangan krisis dalam kepariwisataan melalui komunikasi.

“Strategi komunikasi yang tepat akan membantu meminimalisir isu krisis menjadi lebih besar,” ungkap Dewi saat menjadi pembicara dalam “Sosialisasi Panduan Komunikasi Krisis Kepada Media” yang digelar Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi kreatif Indonesia di Hotel Grand Mercure Malang pada 25-27 Oktober 2023.

BACA JUGA:  Indonesia Peringkat ke-22 TTDI, Investasi Pariwisata Akan Meningkat

Dewi mencontohkan, belum pulihnya kunjungan wisatawan ke kawasan wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akibat bencana kebakaran membuktikan pentingnya komunikasi dalam menanggapi isu antara pusat dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Dewi juga mengajak dinas pemerintah daerah agar bisa gerak cepat dan tepat saat menanggulangi krisis kepariwisataan melalui komunikasi. “Harus ada kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah, agar penanganannya maksimal,” tambah Dewi.

BACA JUGA:  Target Kunjungan Wisman Kurang 5 Juta Lagi

“Sosialisasi Panduan Komunikasi Krisis” akan dilakukan juga ke berbagai daerah di Indonesia. “Sebelumnya sudah ada dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Bali. Tahun depan akan kami lanjutkan ke daerah lainnya di Indonesia,” katanya.

Saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah memiliki buku yang bisa menjadi acuan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi krisis pariwisata dalam dengan judul Panduan Komunikasi Krisis.  Panduan tersebut berisi langkah-langkah strategi komunikasi yang dijalankan Kemenparekraf bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam menangani krisis kepariwisataan. Penyusunan langkah komunikasi krisis dimulai dari masa sebelum krisis (pra-krisis), merespons krisis, dan setelah krisis (pasca-krisis).

BACA JUGA:  BenQ Luncurkan Interactive Flat Panel Canggih

Hong Kong Makin Ramah Muslim, Hadirkan 222 Restoran Halal dan Borong Penghargaan Halal Travel

Jakarta, Venuemagz.com - Hong Kong semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi impian bagi...

Meet Global MICE Congress 2026 Buka Peluang Strategis Baru bagi Industri MICE Indonesia

Moskow, Venuemagz.com – Hubungan bisnis yang semakin erat antara Indonesia dan Moskow membuka peluang...

Food Tasting Gratis di Pameran Pernikahan Atria Hotel Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com – Memilih sajian untuk pernikahan kini tidak hanya soal daftar menu dan...

Parade Hotel Senen Investasi Rp20 Miliar, Hadirkan Kamar Bintang 3 Rasa Bintang 4 di Jantung Kota Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Kawasan historis Senen kini punya magnet baru bagi para pelancong urban...

Target Ambisius Pariwisata Indonesia pada Tahun 2026

Filipina, Venuemagz.com -Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan signifikan di sektor pariwisata pada 2026, dengan fokus...

Pariwisata Indonesia Tumbuh, Tapi Tantangan Konektivitas dan Visa Masih Menghambat

Jakarta, Venuemagz.com - Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan...

Pekerja Pariwisata dan MICE Dibebaskan Pajak Penghasilannya

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor...