BerandaNewsGerak Cepat Atasi Isu Krisis Sektor Pariwisata

Gerak Cepat Atasi Isu Krisis Sektor Pariwisata

Published on

spot_img
spot_img

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang rentan dengan isu bencana, baik alam, maupun non-alam. Karenanya, perlu kesiapsiagaan untuk mencermati kondisi guna mengurangi terjadinya krisis. Penanganan yang tidak tepat dan cenderung lambat akan berdampak negatif terhadap sektor ini.

Menurut I Gusti Ayu Dewi Hendriani, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menanggapi kondisi tersebut diperlukan strategi penanggulangan krisis dalam kepariwisataan melalui komunikasi.

“Strategi komunikasi yang tepat akan membantu meminimalisir isu krisis menjadi lebih besar,” ungkap Dewi saat menjadi pembicara dalam “Sosialisasi Panduan Komunikasi Krisis Kepada Media” yang digelar Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi kreatif Indonesia di Hotel Grand Mercure Malang pada 25-27 Oktober 2023.

BACA JUGA:  IKN Usung Konsep Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Dewi mencontohkan, belum pulihnya kunjungan wisatawan ke kawasan wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akibat bencana kebakaran membuktikan pentingnya komunikasi dalam menanggapi isu antara pusat dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Dewi juga mengajak dinas pemerintah daerah agar bisa gerak cepat dan tepat saat menanggulangi krisis kepariwisataan melalui komunikasi. “Harus ada kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah, agar penanganannya maksimal,” tambah Dewi.

BACA JUGA:  IT&CMA 2017 Adakan Roadshow untuk Memikat Buyer Thailand

“Sosialisasi Panduan Komunikasi Krisis” akan dilakukan juga ke berbagai daerah di Indonesia. “Sebelumnya sudah ada dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Bali. Tahun depan akan kami lanjutkan ke daerah lainnya di Indonesia,” katanya.

Saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah memiliki buku yang bisa menjadi acuan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi krisis pariwisata dalam dengan judul Panduan Komunikasi Krisis.  Panduan tersebut berisi langkah-langkah strategi komunikasi yang dijalankan Kemenparekraf bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam menangani krisis kepariwisataan. Penyusunan langkah komunikasi krisis dimulai dari masa sebelum krisis (pra-krisis), merespons krisis, dan setelah krisis (pasca-krisis).

spot_img
spot_img
spot_img

Sudirman Hall Lebih dari Sebuah Venue Multifungsi

Jakarta, Venuemagz.com — Sudirman Hall resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Sequis Tower...

The Sakinah Hadir di The Tribrata, Wedding Showcase Tak Sekadar Vendor Pernikahan

JAKARTA, Venuemagz.com — Memilih vendor pernikahan sering kali menjadi bagian paling menyita perhatian bagi...

Target Ambisius Pariwisata Indonesia pada Tahun 2026

Filipina, Venuemagz.com -Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan signifikan di sektor pariwisata pada 2026, dengan fokus...

Pariwisata Indonesia Tumbuh, Tapi Tantangan Konektivitas dan Visa Masih Menghambat

Jakarta, Venuemagz.com - Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan...

Pekerja Pariwisata dan MICE Dibebaskan Pajak Penghasilannya

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor...