Indonesia Harus Mencontoh Thailand

Thursday, 21 April 16   1 Views   0 Comments   Venue

Banyak kunci sukses untuk memenangkan persaingan di industri pariwisata dunia, terutama di regional ASEAN. Tiga kunci utamanya adalah deregulasi, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan SDM. Hal tersebut diutarakan oleh Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, saat menyampaikan makalah dalam Rapat Kerja Nasional PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) I yang diadakan di Bali International Convention Center The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

“Soal deregulasi sangat penting, jangan terus lelet. Ingat, sekarang bukan hanya yang besar memakan yang kecil, tetapi juga yang cepat memakan yang lambat. Jadi, penting menentukan regulasi apa saja yang dibutuhkan untuk mempercepat daya saing kita,” ujar Arief Yahya.

Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata Indonesia sebaiknya mencontoh Thailand karena untuk di regional ASEAN Thailand masih memimpin di bidang pariwisata. Hal yang juga patut dicontoh dari Thailand adalah soal integrasi. Di Thailand, semuanya bersatu, mulai dari raja hingga cleaning service, sehingga sepatutnya PHRI berintegrasi dengan beberapa pihak, termasuk pemerintah, pebisnis, dan masyarakat. “Jika Indonesia punya Bali, ASEAN punya Thailand. Jadi, kita harus mencontoh hal baik dan juga belajar dari kesalahan orang lain,” ujar Arief.

Rapat Kerja Nasional PHRI yang berlangsung dari 20-24 April 2016 ini dihadiri sekitar 500 peserta dari perwakilan PHRI se-Indonesia. Rapat Kerja Nasional PHRI ini dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Sudikerta.

Selama pelaksanaan Rapat Kerja Nasional I PHRI Bali, digelar sejumlah seminar yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata, Menko Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kapolri, Dirjen Pajak, Dirjen Hukum dan HAM, Bupati Banyuwangi, dan Wali Kota Batu.

Tak ketinggalan juga digelar pameran “Trade Exhibition” yang  menghadirkan supplier hotel dan restoran, serta online travel agent, guna menambah networking peserta Rakernas. Selain itu, peserta rapat kerja nasional juga berkesempatan bertemu dengan 100 corporate buyer yang memiliki potensi untuk transaksi MICE, serta 100 trade visitor travel agent anggota ASITA. Pasca-rakernas, para peserta dapat melakukan berbagai aktivitas wisata, seperti turnamen golf, spouse program, dan berwisata ke Taman Ayun.

Penulis: Nila Sofianti