Pengaruh Era Disrupsi Terhadap Bidang Administrasi Bisnis, MICE, dan Pariwisata

Thursday, 03 May 18   54 Views   0 Comments   Herry Drajat

Di era milenial ini, meski masyarakat dapat mengatur sendiri perjalanan wisatanya menggunakan online travel agent, tetapi traditional travel agent masih akan tetap hidup dan diperlukan karena banyak juga masyarakat yang lebih menyukai bertemu langsung dengan travel agent untuk konsultasi mengenai perjalanan yang akan dilakukan. Dibandingkan dengan online travel agent, traditional travel agent juga mempunyai kemampuan lebih untuk mengadakan wisata insentif serta memberangkatkan orang dalam jumlah banyak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Budi Tirtawisata, Presiden Direktur Panorama Grup yang juga ketua INACEB (Indonesia Convention and Exhibition Bureau), dalam Seminar Nasional Riset Terapan Administrasi Bisnis dan MICE VII yang bertajuk “Pengaruh Era Disrupsi Terhadap Bidang Administrasi Bisnis, MICE dan Pariwisata”. Seminar tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta di Park Hotel, Jakarta, pada 2-3 Mei 2018.

Budi menambahkan, agar kelangsungan hidupnya terjaga, traditional travel agent juga perlu melakukan disruptive dan incremental. Disruptive di sini adalah inovasi untuk membuat pasar baru dengan menyediakan nilai yang unik, sedangkan incremental adalah perubahan secara bertahap dan tidak signifikan sehingga diperlukan perbaikan secara berkala.

Sementara itu, pembicara lainnya Irham Dilmy, Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, mengingatkan bahwa kita saat ini memasuki revolusi Industri 4.0, yaitu sistem baru berupa integrasi dunia online dengan produksi industri yang semakin meningkatkan efisiensi industri karena penggunaan teknologi digital dan otomatisasi sehingga akan mengubah komposisi lapangan kerja. Untuk pelaku MICE, harus menyiapkan skill untuk menghadapi perubahan tersebut.

Terdapat 13 jenis sub-bidang yang akan diujikan pada seminar ini, yakni bidang administrasi bisnis, keuangan, investasi, perpajakan, pameran/special event, bisnis syariah, hukum bisnis, kewirausahaan, bisnis elektronik/e-commerce, etika bisnis, komunikasi bisnis, manajemen SDM, manajemen perkantoran, manajemen kearsipan, manajemen pemasaran, manajemen hubungan masyarakat, manajemen komunikasi, manajemen operasional, manajemen logistik, manajemen risiko, pemasaran destinasi pariwisata, hospitality, perhotelan, hukum pariwisata, dan MICE.

Bagi pemakalah dosen yang paper-nya terpilih akan dipublikasikan dalam jurnal MIX, yakni ilmiah manajemen (Universitas Mercubuana) terindeks Google Scholar, Neliti, IPI, PKP Index dan SINTA. Sedangkan untuk pemakalah mahasiswa yang paper-nya terpilih akan masuk ke e-journal of tourism Universitas Udayana terindeks Google Scholar, DOAJ, IPI, SINTA, EBSCO, dan terdaftar di Scopus. Seluruh full paper pemakalah akan masuk ke e-proceeding yang ter-ISSN.