BerandaFeatureBagaimana Tren Bisnis Pameran 2022?

Bagaimana Tren Bisnis Pameran 2022?

Published on

spot_img

Pandemi membawa tren baru bagi banyak sektor industri, termasuk pada industri pameran. Tren digital menjadi isu yang marak dikumandangkan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi yang berubah.

Penyelenggaraan pameran yang sejatinya mengumpulkan manusia harus bisa beradaptasi dengan aturan yang membatasi pergerakan dan interaksi manusia. Menjelang akhir tahun 2021, kabar gembira menghampiri para pelaku industri pameran. Saat semakin baiknya penanganan pandemi dari pemerintah, izin menggelar pameran pun mendapatkan respons positif.

Meski kegiatan pameran sudah boleh diselenggarakan secara offline, nyatanya jumlah pengunjung dibatasi, dan jumlah peserta pun belum kembali normal yang disebabkan oleh keadaan finansial perusahaan.

Untuk menyiasati hal tersebut, format hibrid pun menjadi solusi—selain untuk menjangkau audien yang lebih luas.

BACA JUGA:  Halal Indo 2025 Perkuat Pasok Industri Halal di Indonesia

TJ Anggara, CEO Indonesia International Outdoor Festival, mengatakan, pada saat awal pandemi muncul tren virtual booth, yakni pameran yang dilakukan secara daring. Namun, seiring berjalannya waktu dan mulai membaiknya kondisi dibarengi adaptasi manusia dengan kondisi, tren tersebut mulai menurun.

“Belum dua tahun mulai ditinggalkan karena orang beranggapan kurang bisa merasakan experience-nya. Kemudian muncul tren hibrid,” kata Anggara. “Ke depan harus seimbang antara offline dan digital.”

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, menambahkan, pelaksanaan pameran secara daring merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi sebagai nilai tambah dalam gelaran pameran. Teknologi sangat membantu memudahkan pelaksanaan pameran, dan teknologi memperbesar pameran dari sisi ekonomi.

BACA JUGA:  Solidaritas Wabah Dampak Corona, Kemendagri Pindah Rakornas ke Bali

“Fitrah manusia adalah berinteraksi. Jadi, perdagangan fisik sejatinya tidak bisa tergantikan, pun dalam industri pameran. Penyelenggaraan secara offline akan tetap ada,” jelasnya.

Hendra juga menekankan pentingnya adaptasi menyikapi kondisi. Pada saat pandemi, protokol kesehatan wajib diterapkan sebagai bagian dari adaptasi.

“Event akan berkembang dengan memanfaatkan teknologi, prokes akan berkurang di sejumlah aspek, tapi manusia menyesuaikan diri. Momentum ini membuat kita optimistis ke depan, bukan kembali seperti zaman dulu sebelum pandemi, tapi mengembangkan yang ada,” kata Hendra.

Hosea Andreas Rungkat, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Pameran Indonesia (Asperapi), mengamini apa yang dikatakan Hendra bahwa pameran offline tidak bisa tergantikan, namun harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

BACA JUGA:  UNWTO Keluarkan 23 Rekomendasi Pariwisata

Andreas juga mengatakan adanya perubahan target dari yang B2B menjadi B2C. “Sekarang ini yang terpenting adalah bagaimana bisa menghasilkan uang. Para pemain B2B mulai melirik kembali segmen B2C,” jelasnya.

Lebih lanjut Andre menuturkan, ke depannya juga akan ada perubahan dari sisi pengunjung. Penyelenggaraan pameran secara offline boleh jadi tidak akan seramai ketika sebelum pandemi.

“Tapi jangan khawatir, pengunjung memang lebih sedikit, namun yang datang adalah pengunjung potensial yang memang ingin membeli, bukan pengunjung yang sekadar window shopping,” ungkap Andre.

“Covid-19 tidak akan mematikan industri dan spirit kita. Ini membuat kita berpikir apa yang harus dilakukan ke depan. Adaptasi, improvisasi, dan kolaborasi,” jelas Andreas.

The Grove Suites by Grand Aston Hadirkan “60’s to Tokyo” Lewat Radio Day

Jakarta, Venuemagz.com - Sejumlah properti hotel di bawah jaringan Archipelago Hotels sukses menggelar Radio...

Malaysia Beralih dari Sekadar Bersertifikat Halal Menjadi Berdaya Saing Halal

Malaysia, Venuemagz.com -- Malaysia menyerukan perubahan dari sekadar memiliki sertifikasi halal (halal-certified) menjadi berdaya...

Walking Tour Jadi Tren Baru, Indonesia Punya Modal Alam hingga Budaya

Jakarta, Venuemagz.com - Berjalan kaki kini bukan lagi sekadar aktivitas pelengkap ketika berwisata. Walking...

Kokoon Hotel Banyuwangi Hadirkan Solusi Meeting Lebih Produktif dan Interaktif

Banyuwangi, Venuemagz.com - Pertemuan seharian penuh tak jarang membuat jenuh dan menguras energi. Di...

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

Nongkrong Satu Jam Lebih Lama di Ruang Kreatif 25/7

Jakarta, Venuemagz.com — Dyandra Promosindo menghadirkan sebuah event baru bernama 25/7 (Twenty Five Seven)....

Lampaui Target, IIMS Surabaya 2026 Catatkan Transaksi Rp336 Miliar dan 32.000 Pengunjung

Surabaya, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo sukses menggelar Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya, Jawa...