BerandaFeatureBagaimana Tren Bisnis Pameran 2022?

Bagaimana Tren Bisnis Pameran 2022?

Published on

spot_img

Pandemi membawa tren baru bagi banyak sektor industri, termasuk pada industri pameran. Tren digital menjadi isu yang marak dikumandangkan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi yang berubah.

Penyelenggaraan pameran yang sejatinya mengumpulkan manusia harus bisa beradaptasi dengan aturan yang membatasi pergerakan dan interaksi manusia. Menjelang akhir tahun 2021, kabar gembira menghampiri para pelaku industri pameran. Saat semakin baiknya penanganan pandemi dari pemerintah, izin menggelar pameran pun mendapatkan respons positif.

Meski kegiatan pameran sudah boleh diselenggarakan secara offline, nyatanya jumlah pengunjung dibatasi, dan jumlah peserta pun belum kembali normal yang disebabkan oleh keadaan finansial perusahaan.

Untuk menyiasati hal tersebut, format hibrid pun menjadi solusi—selain untuk menjangkau audien yang lebih luas.

BACA JUGA:  Kebun Raya Challenge 75K Sukses Digelar dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

TJ Anggara, CEO Indonesia International Outdoor Festival, mengatakan, pada saat awal pandemi muncul tren virtual booth, yakni pameran yang dilakukan secara daring. Namun, seiring berjalannya waktu dan mulai membaiknya kondisi dibarengi adaptasi manusia dengan kondisi, tren tersebut mulai menurun.

“Belum dua tahun mulai ditinggalkan karena orang beranggapan kurang bisa merasakan experience-nya. Kemudian muncul tren hibrid,” kata Anggara. “Ke depan harus seimbang antara offline dan digital.”

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, menambahkan, pelaksanaan pameran secara daring merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi sebagai nilai tambah dalam gelaran pameran. Teknologi sangat membantu memudahkan pelaksanaan pameran, dan teknologi memperbesar pameran dari sisi ekonomi.

BACA JUGA:  Pelantikan Pengurus Baru DPD Asperapi Banten

“Fitrah manusia adalah berinteraksi. Jadi, perdagangan fisik sejatinya tidak bisa tergantikan, pun dalam industri pameran. Penyelenggaraan secara offline akan tetap ada,” jelasnya.

Hendra juga menekankan pentingnya adaptasi menyikapi kondisi. Pada saat pandemi, protokol kesehatan wajib diterapkan sebagai bagian dari adaptasi.

Event akan berkembang dengan memanfaatkan teknologi, prokes akan berkurang di sejumlah aspek, tapi manusia menyesuaikan diri. Momentum ini membuat kita optimistis ke depan, bukan kembali seperti zaman dulu sebelum pandemi, tapi mengembangkan yang ada,” kata Hendra.

Hosea Andreas Rungkat, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Pameran Indonesia (Asperapi), mengamini apa yang dikatakan Hendra bahwa pameran offline tidak bisa tergantikan, namun harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

BACA JUGA:  Konferensi Musik Indonesia Menjadikan Ambon sebagai Kota Musik

Andreas juga mengatakan adanya perubahan target dari yang B2B menjadi B2C. “Sekarang ini yang terpenting adalah bagaimana bisa menghasilkan uang. Para pemain B2B mulai melirik kembali segmen B2C,” jelasnya.

Lebih lanjut Andre menuturkan, ke depannya juga akan ada perubahan dari sisi pengunjung. Penyelenggaraan pameran secara offline boleh jadi tidak akan seramai ketika sebelum pandemi.

“Tapi jangan khawatir, pengunjung memang lebih sedikit, namun yang datang adalah pengunjung potensial yang memang ingin membeli, bukan pengunjung yang sekadar window shopping,” ungkap Andre.

“Covid-19 tidak akan mematikan industri dan spirit kita. Ini membuat kita berpikir apa yang harus dilakukan ke depan. Adaptasi, improvisasi, dan kolaborasi,” jelas Andreas.

spot_img

Kulineran Banyak Negara di Hampton Square Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com - Hampton Square Gading Serpong tengah berkembang sebagai destinasi kuliner dan gaya...

50 Tahun IPA Convex: Fokus Kolaborasi dan Masa Depan Ketahanan Energi Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 (IPA Convex) resmi dibuka...

IIMS Surabaya 2026 Hadir dengan Area yang Lebih Besar  

Surabaya, Venuemagz.com – Menyusul kesuksesan besar di Jakarta pada Februari lalu, Dyandra Promosindo siap memboyong kemeriahan...

Ekspansi ke Asia Tenggara, Klub Perjalanan Mewah ThirdHome Targetkan Pasar Indonesia

Bali, Venuemagz.com – ThirdHome, klub pertukaran rumah mewah global untuk pemilik rumah kedua, mengumumkan...

IFEX 2026 Dorong Ekspor Produk Furnitur Asal Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesia International Furniture Expo (IFEX) kembali digelar untuk ke-11 kalinya pada...

Selain Jakarta, IIMS 2026 Hadir di Tiga Kota Besar Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com - Setelah sukses digelar di Jakarta, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026...

IIMS 2026 Sukses Digelar, Catatkan Transaksi Rp8,7 Triliun

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo telah sukses menggelar pameran otomotif Indonesia International Motor Show...