Jelang MotoGP Mandalika, Kemenparekraf Tentukan Batas Tarif Akomodasi dan Transportasi 

Friday, 11 February 22 Bonita Ningsih

Pelaksanaan tes pramusim Pertamina Grand Prix of Indonesia tengah berjalan pada 10 hingga 11 Februari 2022. Kendati demikian, pemerintah masih terus menyiapkan berbagai keperluan untuk acara puncak MotoGP Mandalika yang akan digelar pada 18-20 Maret 2022.

Selain persiapan, pemerintah juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan MotoGP 2022. Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah setempat, pengelola akomodasi, hingga transportasi untuk berkolaborasi di MotoGP 2022.

“Total akomodasi saat ini sudah 24 ribu kamar. Tetapi, kami juga tengah berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memetakan desa wisata sebagai penginapan,” ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Prediksi Ada 60 Persen Jumlah Pemudik Melakukan Kegiatan Pariwisata

Selain itu, Kemenparekraf, juga akan menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah bagi setiap akomodasi yang disiapkan untuk menunjang acara MotoGP 2022. Tujuannya untuk memberikan kepastian bagi para pelaku dan mencegah terjadinya praktik-praktik kecurangan di lapangan.

“Penentuan tarif ini untuk menghindari kesan negatif bagi para wisatawan yang ingin datang menonton MotoGP Mandalika,” Sandiaga menambahkan.

BACA JUGA:   ARTOTEL Group Kelola Kawasan Wisata Batuangus 369

Tidak hanya sektor akomodasi, Kemenparekraf juga akan menentukan tarif batas atas dan bawah untuk transportasi. Menurut Sandiaga, penentuan tarif keduanya masih digodok oleh pemerintah daerah dan diharapkan dapat rampung pada minggu depan.

Sandiaga juga akan meningkatkan produk-produk ekonomi kreatif yang ditopang oleh UMKM sekitar area NTB. Dengan demikian, Sandiaga berharap, MotoGP Mandalika ini dapat memulihkan sektor pariwisata dan membangkitkan ekonomi negara. 

BACA JUGA:   DKI Jakarta Kembangkan Wisata Halal

“Kita ingin MotoGP memberikan dampak yang luas kepada seluruh mata rantai perekonomian, bukan hanya di Lombok tapi juga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Sandiaga.